Tadi
malam, saya makan bubur di warung sebelah. Warungnya sederhana. Gak mewah, tapi
bukan berarti kotor ya? Setahu saya warung ini sudah lama berdiri. Mungkin bisa
saja sebelum saya dijogja udah ada itu warung. Menunya cuman ada satu: bubur
kacang hijau. Bisa pilih anget atau dingin, pilih saja. Bisa minta dibungkus
atau makan ditempat, tinggal bilang aja. Makan disini cukup enak, walaupun
hilir mudik kendaraan sering terdengar.
Malam
tadi sebenarnya biasa-biasa aja. Seperti malam-malam yang lain saya juga makan
bubur disana. Makan ditempat. Alasanya selain masih panas, juga ndak perlu
nyuci mangkuk dan sendok dirumah. Saya selalu milih yang anget. Sudah jadi
kebiasaan saya. Rada alergi kalo sama yang dingin. Sepanas apapun malam dijogja
kalo disana pesanya ya; kecang ijo anget.