Senin, 10 Maret 2014

Beda Mahasiswa Kita dengan Mahasiswa Tetangga

Assalamualaikum Wr.Wb

Maaf  atas keterlambatannya lagi dalam penerbitan tulisan. Harapan  saya pribadi sebenarnya adalah: ingin membuat karya secara konsisten dan mempublishnya secara berkala. Semoga lekas terlaksana Aamiin.

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat membaca quote seorang teman. Isinya sungguh menarik. Kalimat yang di lontarkan singkat namun, banyak mengandung makna. Jika biasanya saya hanya sepintas dan tak biarkan sambil lalu quote teman-teman, hal itu tidak saya lakukan kali ini. Sebenarnya ada dua orang teman yang akan saya bahas (baca: opininya), dengan orang yang berbeda pula. Namun, saya kan mencoba merangkumnya dalam satu pembahasan saja.

Seorang teman mengatakan bahwa: “di sebuah sekolah yang letaknya di negeri seberang sana, banyak mahasiswanya yang menunda kelulusannya”. Sedangkan, jika di negeri ini, kita (baca: mahasiswa) malah berlomba-lomba untuk segera lulus secepat-cepatnya. Jika bisa ditempuh hanya dengan tiga setengah tahun, yaudah ngikut yang itu saja. Saat mengerjakan tugas akhir mereka sungguh sangat bersemangat. Seolah-olah lambaian baju toga dan topi kelulusan berads di depan mata. Seolah mereka selalu menunggu kita untuk segara di kenakan dalama cara perhelatan wisuda nanti.

Minggu, 02 Maret 2014

Festival Durian (1)

 Sangat menyenangkan bisa berkumpul dengan orang-orang yang mempunyai minat yang sama. Pada awalnya berita bahwa akan di adakannya festival ini masih belum jelas. Yang jelas saya tahu info ini dari teman saja. Dan teman yang itu tadi juga tahu dari teman yang lain. Sehingga, minat untuk ikut tentu saja ada, tapi rasa khawatir akan kepalsuan berita ini juga ada. Pagi ini matahari masih terlihat belum sempurna. Namun, tanda-tanda yang muncul masing fifty-fifty. Karena disamping matahari yang mencoba menyinari terdapat awan yang membayang-bayangi.

Dari Kiri ke kanan (atas):
Arief, Risman, Arfian, Mbak Yeni, Mbak Nurul, Natiq, Burhan.
Dari Kiri ke kanan (bawah):
Zulhazzi, Mas Ahmad