Assalamualaikum Wr.Wb
Maaf atas keterlambatannya lagi dalam penerbitan tulisan. Harapan saya pribadi sebenarnya adalah: ingin membuat karya secara konsisten dan mempublishnya secara berkala. Semoga lekas terlaksana Aamiin.
Beberapa waktu yang lalu, saya sempat membaca quote seorang teman. Isinya sungguh menarik. Kalimat yang di lontarkan singkat namun, banyak mengandung makna. Jika biasanya saya hanya sepintas dan tak biarkan sambil lalu quote teman-teman, hal itu tidak saya lakukan kali ini. Sebenarnya ada dua orang teman yang akan saya bahas (baca: opininya), dengan orang yang berbeda pula. Namun, saya kan mencoba merangkumnya dalam satu pembahasan saja.
Seorang teman mengatakan bahwa: “di sebuah sekolah yang letaknya di negeri seberang sana, banyak mahasiswanya yang menunda kelulusannya”. Sedangkan, jika di negeri ini, kita (baca: mahasiswa) malah berlomba-lomba untuk segera lulus secepat-cepatnya. Jika bisa ditempuh hanya dengan tiga setengah tahun, yaudah ngikut yang itu saja. Saat mengerjakan tugas akhir mereka sungguh sangat bersemangat. Seolah-olah lambaian baju toga dan topi kelulusan berads di depan mata. Seolah mereka selalu menunggu kita untuk segara di kenakan dalama cara perhelatan wisuda nanti.
Kemudian, setelah benar-benar tercapai, maksudnya lulus. Pastilah mereka dapati perasaan yang sungguh teramat senang. Setelah lama berjuang dan berkorban untuk menyelesaikan tugas akhir, kelulusanpun menjadi hal yang sudah dinanti. Orang tua yang ikut menghadiri acara wisuda putra-putrinya ikut hanyut dalam kegembiraan berjamaah itu. Sanak saudara yang ikut menunggu disana turut bersuka cita. Ucapan selamat selalu terucap dari seluruh orang yang ada disana. Teman sejawat, teman sekosan, teman sekampung, satu organisasi, serta satu perjuangan hadir disana. Kilatan lampu kamera terpancar dimana-mana. Setiap kamera siap membidik setiap moment di acara itu.
Sayangnya kebahagiaan wisuda tidak bertahan lama. Hanya terasa manis saat hari H dan H + 1 saja. Setelah itu, kita akan pusing lagi di sibukkan dengan mencari pekerjaan. Berbagai acara job fair di ikuti. Berbekal lamaran kerja serta cv yang yang telah disusun sedemkian rupa, sehingga berharap agar diterima di perusahaan yang di inginkan. Tentunya bukan sekadar perusahaan yang dimaksudkan. Bukan juga asal diterima kerja sehingga status menganggur dapat terselubungi. Lebih jauh kesejahteraan berupa financial yang berkecukupan- lah yang dicari semua pelamar kerja. Selain gaji pokok yang menjanjikan, tunjangan kesehatan, tunjangan pendidikan anak, asuransi kecelakaan kerja, sampai jaminan hari tua juga menjadi pertimbangan bagi banyak pencari kerja itu.
Belum lagi ditambah persoalan tempat kerja. Jika dikaitkan dengan dengan orang yang sudah berkeluarga tentu hal ini akan semakin berkembang. Keinginan untuk bekerja dilingkungan yang dekat dengan daerah asal serta dekat dengan istri dan keluarga besar. Walau punya gaji besar, dapat tunjangan ini dan itu, namun jika intensitas bertemu keluarga menjadi berkurang, tentu hal ini akan mengurangi penghayatan kita dalam menikmati kehidupan.
Menurut saya yang namanya pendidikan itu penting, bahkan sangat penting. Mau bersekolah di dalam maupun diluar negri yang jelas Anda kudu mencari ilmu. Dan mencari ilmu itu hukumnya wajib. Wajib bagi yang laki-laki dan yang perempuan juga. Dengan pendidikan kita bisa memperoleh banyak sudut pandang. Sehingga, kita bisa melihat suatu fenomena tidak hanya dalam satu sisi saja. Mungkin bisa saja berbeda. Dalam keilmuan yang wujudnya scientific tidak ada masalah dalam hal tersebut. Justru dengan makin banyaknya pandangan yang berbeda, akan semakin banyak pula menambah khazanah ilmu pengetahuan yang kita peroleh. Dengan begitu,solusi juga bisa datang dari berbagai alternatif cara dari berbagai metode yang ada. Sehingga, pada akhirnya kita dapat hidup berdampingan dengan siapapun, dimanapun.
Berarti sekali lagi belajar dimanapun Anda tidak menjadi masalah. Jika memang tengah belajar di jenjang pendidikan formal (missal sd,smp,sma,universitas) maka jalani saja dengan senang hati. Betapa beruntungnya Anda bisa belajar sampai jenjang yang begitu tinggi. Syukurilah kesempatan itu dengan tidak menyia-nyiakannya. Pada saat ini, mungkin anda memang belum tahu, dimasa depan Anda akan jadi apa. Tapi setidaknya jika Anda belajar dengan sungguh-sungguh maka, kesuksesessan berada di depan mata. Memangnya jadi apa? Saya juga tidak tahu. Masa depan Anda itu, bisa di lihat potensinya dari hal-hal yang sedang anda pelajari dan yang sedang Anda tekuni sekarang (misal: hobi). Jika tidak mulai belajar dari sekarang lantas harus mulai kapan? Kalau begitu sekaranglah, waktunya belajar.[]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar