Jumat malam merupakan hari yang sama dengan hari lainya. Semua hari itu baik. Termasuk hari jumat malam ini. Pada akhir-akhir bulan ini terdapat sebuah kompetisi mingguan. Kompetisi yang bertujuan untuk memenangkan kejuaraan. Dan tentunya siapa saja yang menjadi nomor satu di ajang kompetisi ini, akan menjadi idola Indonesia. Saya sendiri sudah mulai lupa kompetisi yang sekarang sedang berlangsung adalah kali ke-berapa. Karena mengingat sudah cukup lama sekali kegiatan ini di laksanakan untuk mengisi agenda tahunan stasiun tivi berskala nasional itu.
Untuk acara yang satu ini nih, banyak yang nonton. Nah, jika sudah banyak yang nonton, mereka tidak usah pusing-pusing mikirin duit. Sebab, para sponsor dengan senang hati akan mengucurkan dana yang di perlukan untuk kelancaran acara tersebut. Katanya, jika bisa jadi juara di kompetisi itu, maka hadiah dengan nominal sangat tinggi. Belum lagi janji-janji untuk di kontrak dan di buatkan album buat siapa saja (dia) yang menang. Dengan tawaran sebesar itu, siapa yang tidak mau?
Ketika ada acara seperti ini, masalah yag perlu di perhatikan adalah tuntunan. Pertanyaan yang muncul adalah: apakah tontonan tersebut bisa memberikan tuntunan yang baik bagi para penontonnya. Jika saja di lihat lebih jauh maka, jam tayang acara pun bisa menjadi pertimbangan. Pertimbangan yang memberikan pertimbangan untuk kelayakan acara itu sendiri. Acara unjuk bakat bernyanyi itu diselenggarakan bersinggungan dengan waktu ibadah sholat maghrib dan sholat isya. Acara yang berlangsung cukup lama itu, membuat persiapan yang dilakukan memerlukan waktu yang lama, sebelum para kontestan naik ke panggung. Saya menduga saja, bisa jadi istilah penggemar selalu meniru idolanya berlaku juga di kasus semacam ini. Mereka yang menjadi pendukung kontestan, menjadi terlambat dalam melaksanakan sholat karena persiapan yang panjang itu. Ya… semoga saja mereka tidak kelelahan dalam perhelatan akbar itu, sehingga mereka lupa melaksanakan ibadah wajib itu.
Memang ajang seperti, mempunyai nilai positif. Salah satunya, memberikan ruang untuk seluruh masyarakat Indonesia yang membunyai bakat (missal: di bidang tarik suara) dapat di salurkan dengan cara yang baik. Dan tentunya kemasan acara yang di tayangkan di layar kaca itu memberikan nilai tambah bagi para penontonnya. Mereka bisa mengasah bakat itu dan pada akhirnya dapat di sajikan di public dengan menarik dan sangat menyenangkan.
Tak jarang kontestan yang ikut bisa dari kalangan mana saja. Tiap tahun jumlahnya banyak, dan semakin bertambah. Boleh dikatakan kontes seperti ini sudah mempunyai peminatnya tersendiri. Hal ini sudah terbukti. Setidaknya sudah bertahun-tahun, bahkan mencapai beberapa angkatan para alumnus yang telah mengikuti ajang kompetisi ini. Walaupun sudah lama berjalan tapi masih saja bisa eksis di televisi. Berarti, mereka bisa survive karena ada sponsor dan juga ada penggemar setia acara tersebut.
Acara seperti ini, sebenarnya bagus. Kita harusnya menyikapi dengan baik acara tersebut. Ikut nonton boleh, ikut menjadi sponsor boleh, atau ikut menjadi peserta juga boleh. Gak ada yang salah dengan itu semua. Nah, bekalilah diri dengan iman yang kuat. Perbanyak amalan yang bisa menjadikan diri makin dekat dengan Sang Maha Kuasa. Sehingga, dimanapun anda berada maka, akan selalu ingat sama siapa yang menciptakan anda. Jangan lupakan juga, walaupun anda unggul dalam hal bernyanyi dan mempunyai prestasi yang gak ketulungan hebatnya, jangan lupakan pendidikan. Yang saya maksudkan tentunya pendidikan formal yang ada di bangku sekolah maupun di bangku kuliah.
Kalau semua berjalan dengan seimbang –kan bagus tuh. Anda unggul dalam pendidikan formal, berprestasi dalam bidang music serta yang paling penting Anda menjadi sangat dekat dengan Sang Maha Pencipta. Kalau hal itu bisa anda raih, itu baru namanya keren. Asli keren daahhh. Apakah terlalu tinggi? Saya tidak tahu. Itu semua bergantung pula dengan impian kita masing-masing. Jika itu impian kita, maka besar kemungkinan kita bisa meraihnya, dan itu tidak mustahil. Mudah-mudahan kita bisa mencapai impian yang kita idam-idamkan. Jika belum mendapat yang kita inginkan semoga disegerakan. Dan jika memang masih belum juga, semoga dig anti dengan hal yang lebih baik, semoga.[]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar