Sebuah kemajuan dalam berbagai
bidang, sangat di dambakan oleh setiap orang. Apalagi dizaman modern seperti
ini. Generasi muda lebih cenderung familier berinteraksi dengan teknologi. Perangkat
yang menjadi penghubung antara keduanya adalah gadget. Untuk perangkat yang ini, jelas sudah jamak di gunakan
dalam kehidupan sehari-hari.
Pernah ada penemuan listrik, bola
lampu, televisi, radio, sampai kendaraan yang telah kita ketahui. Berbagai media
secara luas dapat melaporkan perkembangan ini. Kemudahan akses dalam
mendapatkan informasi menjadikan siapapun dapat mengakses informasi seperti ini
kapanpun. Dulu, dulu bangeet penemuan yang saya sebutkan tadi sangatlah tabu dizamanya. Kok bisa ada matahari di
dalam rumah? Kita bisa bicara dengan orang nun jauh disana lewat kotak
berkabel. Sebuah kubus bisa menampilkan gambar bergerak, dan seterusnya. Itu dulu
memang mengherankan, tapi kalo sekarang sudah familiar.
Semua orang berlomba untuk
melakukan penelitian. Berharap dengan penelitian tersebut, bisa menghasilkan
kreasi karya yang jauh lebih bermanfaat. Di negara berkembang, hal ini jamak di
temukan. Media lokal mereka gencar dalam melaporkan perkembangan. Yang jadi
penemu juga mendapatkan tempat yang baik dalam masyarakat. Sekarang ini, yang
akan sedikit saya bahas adalah, penemuan kaca mata ’pintar’ yang ditemukan oleh
perusahaan ternama di benua Paman Sam. Banyak pihak yang menyambut gembira
penemuan ini. Kalau dilihat ke bagian design, kaca mata ini, memang unik dari
kebanyakan yang ada di pasaran. Bentuknya, ’ mengherankan’ menurut saya
pribadi. Jika dilihat dalam frame saja, kaca mata ini mempunyai gagang yang
besar sebelah. Pada bagian kanan cukup melebar, namun yang kiri standar saja,
terlihat klasik. Asli, kalo melihat sendiri pasti rada-rada bingung. Belum lagi, bagian lensa. Di bagian sebelah
kanan gagang, kaca mata ini memiliki seperti sebuah, kamera ”super kecil” yang
bisa digunakan untuk merekan obyek didepan kita. Belakangan saya ketahui benda
ini selalu dioperasionalkan dengan suara dan sentuhan. Nahh, berarti ini
menjawab pertanyaan saya yang sebelumnya. Kenapa gagangnya besar sebelah. Ternyata
ada sebuah semacam touchpad gitu,
buat ngegeser-geser menu yang ada. Kemudian kaca mata ini juga tidak pake sim
card, atau semacamnya. Cara kerjanya adalah dengan koneksi bluetooth yang dikoneksikan lewat smartphone kita. Pergesaran menu juga sangat bisa kalau dilakukan
dengan pergerakan retina kita. Tinggal gerak-gerak aja, entar menu yang di
inginkan dapat terpilih.
Kaca mata ini juga terkoneksi
dengan internet sangat cepat. Fitur lain yang ditawarkan adalah, pendeteksian
bencana alam secara real time. Cepet, dan akurat. Secara pribadi saya tidak
tahu, workflow dari system ini. Tapi yang jelas kalo ada bencana, kaca mata ini
dapat menampilkan info bencara secara cepat dan akurat. Kemudian, ada juga fitur
yang memberitahu tempat makan ” yang enak” terdekat dengan lokasi kita
sekarang. Wihh, berarti ini sudah ada geotagging yang di benamkan. Bisa juga
buat telfone, tanpa harus pegang smartphone kita. Tinggal bilang saja ”call”
pilih kontak, semua beres. Banyak anak muda terheran-heran, bisa yaa ada
teknologi seperti ini.
Nahh, itu dari mereka, kita juga
jangan mau ketinggalan donk. Sejatinya kaca mata itu, belum dijual bebas di
Indonesia. Harganya? Juga belum tahu ,hHehehe kan belum dijual. Yang jelas
prosesnya bertahap. Mari, kita berkarya, sebanyak yang bisa kita lakukan. Lewat
bidang apa saja yang bisa kita lakukan. Bisa lewat pendidikan, yaa lewat
pendidikan, bisa lewat tulisan, yaa lewat tulisan. Bisa lewat kesenian, itu
juga bisa. Apalagi teknologi, bisa banget daah. Kalau kita juga berkarya,maka
kita semakin dapat bersaing dengan negara lainya, sekian.[]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar