Selasa, 06 Januari 2015

Sajak (tanggal lima) sudah sebulan

Sekarang saya telah menempati tempat baru. Semenjak itu memang banyak yang berubah. Menempati tempat ini
senang dan juga sekaligus mendapatkan ”tantangan” yang bagi sebagian orang mungkin dianggap biasa-biasa saja. Rutinitas yang sering dijalani juga harus mulai disesuaikan dengan kegiatan baru yang sebenarnya cenderung serupa. Memang sebenarnya sama saja, namun hanya dilakukan ditempat berbeda, dilakukan dengan suasana yang berbeda.

Mengenang masa lalu dengan kenangan dan juga kesenangan yang begitu meng-asyikkan. Rasa-rsanya baru kemarin saya menjalaninya. Seolah ini semua hanya mimpi saja. Baru saja dilakukan namun kita harus berhadapan dengan realitas nyata. Dimana kita sekarang sudah berada pada posisi yang berbeda. Dengan perspektif yang juga berbeda. Dalam kondisi ini bnayak orang yang lupa atau bahkan lalai akan pengertian tersebut. Mungkin hal ini juga yang sedang saya alami.

Memaknai keadaan baru dengan pengertian dan kefahaman yang baik akan meng-hasilkan sikap yang baik. Menyikapi kehidupan dengan baik membuat kehidupan juga berbuat baik untuk kita. Jangan sampai kita dihadapkan dengan keadaan yang seba-liknya. Memaknai dengan pengertian yang salah membuat kehidupan berbuat tidak menyenangkan untuk kita. Rasa penyesalan yang tidak kunjung berkesudahan membuat kita selalu berputar-putar dalam kebingungan diri sendiri. Selalu berkutat dalam keletihan yang tada akhir. Hal ini menyebabkan energy hidup kita terkuras dan hanya kan memperburuk keadaan saja.

Tidak banyak yang tahu caranya ”balas dendam” yang baik. Selalu menyesal tidak akan berguna. Hal itu hanya membuat kita menikmati ”penyesalan yang tiada akhir”. Kita hanya akan menikmati penderitaan itu. Cobalah untuk berfikir kembali. Adakah manusia ”biasa” di dunia ini yang tidak pernah berbuat salah. Tidak pernah membuat keputusan yang salah? Semua ini bicara tentang sikap kita. Sesungguhnya kita hanya menanggung atas keputusan kita sendiri. Satu hal yang harus dilakukan dalam membuat keputusan: ”Membuat keputusan dan tidak usah menyesal”.

Masih mengenai ”balas dendam” dalam bahasan sebelumnya. Hal yang harus kita lakukan agar tidak terkungkung dalam gelapnya penyesalan adalah (berbuat baik). Demikian yang saya pahami. Semakin kita sibuk, menyibukkan diri dengan berbagai macam kegiatan (berbuat baik) itu maka, kita akan mendapatkan hal-hal baik pula. Tentunya akan banyak sekali energy yang keluar untuk berbuat baik. Nmaun jangan lupakan bahwa: untuk bersedih dan meratap juga memerlukan energy yang banyak. Hanya berkeluh kesah tidak akan mengubah keadaan.

Satu hal lagi yang menurut saya begitu nyata. Disaat kita memberikan nasihat atau masukkan atau entah apalah namanya itu kita juga diberikan kesempatan untuk mencobanya. Kita akan diberi kesempatan untuk ”mencoba” apa yang telah kita nasihatkan. Wow! Inilah tantangan sesungguhnya. Dimana kita dihadapkan dalam permasalahan yang serupa juga bisa berbeda. Namun yang jelas, jawaban dari penyelesain masalah itu, kita sudah tahu. Bahkan teramat paham dengan baik. Karena pada hakikatnya hal itulah yang tempo hari kita nasihatkan kepada kawan kita tersebut. Berbahagialah dengan cara selalu tersenyum. Bersenang-senaglah dengan cara selalu menikmati proses ini.

Dengan sebulan ini, ayo kita berkarya. Jangan sampai kita mengeluhkan keadaan. Sehingga harapak kita adalah: kita meninggalkan karya yang bermanfaat bagi seluas-luasnya manusia yang ada dimuka bumi ini, untuk sekarang dan juga untuk setelahnya.[] 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar