Sekarang
saya telah menempati tempat baru. Semenjak itu memang banyak yang berubah. Menempati tempat ini
senang dan juga sekaligus mendapatkan ”tantangan” yang
bagi sebagian orang mungkin dianggap biasa-biasa saja. Rutinitas yang sering
dijalani juga harus mulai disesuaikan dengan kegiatan baru yang sebenarnya
cenderung serupa. Memang sebenarnya sama saja, namun hanya dilakukan ditempat
berbeda, dilakukan dengan suasana yang berbeda.
Mengenang
masa lalu dengan kenangan dan juga kesenangan yang begitu meng-asyikkan.
Rasa-rsanya baru kemarin saya menjalaninya. Seolah ini semua hanya mimpi saja.
Baru saja dilakukan namun kita harus berhadapan dengan realitas nyata. Dimana
kita sekarang sudah berada pada posisi yang berbeda. Dengan perspektif yang
juga berbeda. Dalam kondisi ini bnayak orang yang lupa atau bahkan lalai akan
pengertian tersebut. Mungkin hal ini juga yang sedang saya alami.
Memaknai
keadaan baru dengan pengertian dan kefahaman yang baik akan meng-hasilkan sikap
yang baik. Menyikapi kehidupan dengan baik membuat kehidupan juga berbuat baik
untuk kita. Jangan sampai kita dihadapkan dengan keadaan yang seba-liknya.
Memaknai dengan pengertian yang salah membuat kehidupan berbuat tidak
menyenangkan untuk kita. Rasa penyesalan yang tidak kunjung berkesudahan
membuat kita selalu berputar-putar dalam kebingungan diri sendiri. Selalu
berkutat dalam keletihan yang tada akhir. Hal ini menyebabkan energy hidup kita
terkuras dan hanya kan memperburuk keadaan saja.
Tidak
banyak yang tahu caranya ”balas dendam” yang baik. Selalu menyesal tidak akan
berguna. Hal itu hanya membuat kita menikmati ”penyesalan yang tiada akhir”.
Kita hanya akan menikmati penderitaan itu. Cobalah untuk berfikir kembali.
Adakah manusia ”biasa” di dunia ini yang tidak pernah berbuat salah. Tidak
pernah membuat keputusan yang salah? Semua ini bicara tentang sikap kita.
Sesungguhnya kita hanya menanggung atas keputusan kita sendiri. Satu hal yang
harus dilakukan dalam membuat keputusan: ”Membuat keputusan dan tidak usah
menyesal”.
Masih
mengenai ”balas dendam” dalam bahasan sebelumnya. Hal yang harus kita lakukan
agar tidak terkungkung dalam gelapnya penyesalan adalah (berbuat baik).
Demikian yang saya pahami. Semakin kita sibuk, menyibukkan diri dengan berbagai
macam kegiatan (berbuat baik) itu maka, kita akan mendapatkan hal-hal baik
pula. Tentunya akan banyak sekali energy yang keluar untuk berbuat baik. Nmaun
jangan lupakan bahwa: untuk bersedih dan meratap juga memerlukan energy yang
banyak. Hanya berkeluh kesah tidak akan mengubah keadaan.
Satu
hal lagi yang menurut saya begitu nyata. Disaat kita memberikan nasihat atau
masukkan atau entah apalah namanya itu kita juga diberikan kesempatan untuk
mencobanya. Kita akan diberi kesempatan untuk ”mencoba” apa yang telah kita
nasihatkan. Wow! Inilah tantangan sesungguhnya. Dimana kita dihadapkan dalam
permasalahan yang serupa juga bisa berbeda. Namun yang jelas, jawaban dari
penyelesain masalah itu, kita sudah tahu. Bahkan teramat paham dengan baik.
Karena pada hakikatnya hal itulah yang tempo hari kita nasihatkan kepada kawan
kita tersebut. Berbahagialah dengan cara selalu tersenyum. Bersenang-senaglah
dengan cara selalu menikmati proses ini.
Dengan sebulan ini, ayo
kita berkarya. Jangan sampai kita mengeluhkan keadaan. Sehingga harapak kita
adalah: kita meninggalkan karya yang bermanfaat bagi seluas-luasnya manusia
yang ada dimuka bumi ini, untuk sekarang dan juga untuk setelahnya.[]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar