Selasa, 30 Desember 2014

Mengejar ”kotor” untuk mendapatkan air: Rango – (2010)


Kota aneh itu berada di tengah-tengah gurun pasir yang kering. Ketika Rango terjatuh dari mobil yang membawanya, akhirnya dia sadar. Bahwa, kehidupan diluar sana sungguh sangat keras.
Kebingungan dengan arah hidupnya, si Domba menyarankan Rango
untuk berjalan megikuti bayangannya.
Ketika dia tiba di dirt air akan ditemukan.


Kota kecil itu bernama dirt kalau kita terjemahkan dalam bahasa inggris bermakna ”kotoran”. Memang kota itu sangat terlihat kotor, kering dan juga keras. Banyak penduduknya selalu mempunyai sorot mata yang
tajam ketika berhadapan dengan orang asing. Datangnya Rango disana tentunya membuat orang-orang bertanya-tanya. Seekor kadal mempunyai perawakan lucu memasuki bar yang ada di tengah kota. Rango berusaha menyesuaikan diri. Selama berada di dalam bar itu dia terus saja mengarang cerita agar di terima dan dikagumi oleh penduduk setempat. 
Disaat mereka berbincang-bincang, muncullah burung Elang. Rango yang tidak mempunyai pengalaman bertarung harus berduel melawan burung itu. Aksi itu akhirnya banyak diwarnai dengan adegan kejar-kejaran antara Rango dan si Elang. Mereka berputar-putar mengelilingi kota. Beberapa gedung dan rumah ikut terkena imbasnya. Bangunan yang rapuh itu menjadi hancur. Pada akhirnya aksi kejar-kejaran itu selesai ditengah kota. Saat Elang berhenti, posisi Rango terjepit oleh seutas tali pengait yang berada di atas Galoon raksasa. Ketika Rango meraih pistolnya dia berusaha menembak si Elang. Namun hal tersebut urung dilakukan. Dia memilih menembak seutas tali yang melilit di lehernya. Tak disangka-sangka peluru itu mental setelah berhasil memutuskan tali penjerat tersebut. Berputar-putar ke berbagai arah dan akhirnya mengenai tiang penyangga galoon raksasa. Sontak galoon tersebut langsung terguling ketanah dan menimpa burung Elang tersebut. Kota dirt mempunyai pahlawan baru, RANGO!
Atas aksi heroiknya itu, Rango dibawa kehadapan walikota kemudian dijadikanya Rango sebagai sherif yang baru. Keadaan menjadi tambah parah ketika rahasia kota telah bocor: Cadangan air yang berada di dirt bank semakin menipis. Berbagai macam cara dilakukan untuk mempertahankan cadangan air tersebut. Pengamanan bank ahirnya bisa dibobol. Persediaan air warga dirt telah dicuri! Hal ini sangat memukul hati seluruh warga. Tanpa air mereka tak akan hidup lama. Tanpa air mereka tidak bisa mengairi tanah-tanah perkebunan mereka.
Memahami kehidupan digurun sangatlah mudah. Yang perlu di mengerti adalah kuasai air maka, kau menguasai segalanya. Sangatlah masuk akal karena air merupakan sumber kehidupan mahluk hidup. Tidak ada air maka kehidupan akan kering. Kebun-kebun tidak akan berbuah. Oleh karena itu Rango ”pahlawan baru” kota dirt bertugas untuk mengusut masalah ini. Menangkap pencuri itu dan memenjarakanya. Usahanya itu didukung oleh warga yang secara sukarela membantunya dalam pencarian itu.
Kisah pencurian air ini sebetulnya hanyalah klise belaka. Dibalik kisah itu terdapat konspirasi oknum walikota dan pengikutnya. Mereka hanya memanfaatkan Rango sebagai umpan saja. Warga kota dirt harus percaya (sesuatu) dan itu ada pada diri Rango. Ketika mereka mempercayai akan (sesuatu tadi) maka itu menjadi harapan klise penduduk kota. Sedangkan saat mereka sedang terbuai oleh harapan-harapan itu, sang wali kota sedang merencanakan kecurangannya.
Akankah Rango berhasil menagkap pencuri air itu? Lalu siapakah sesungguhnya yang berada dibalik semua rencana jahat ini? Lalu apakah si Rango akan diterima kembali di kota dirt sebagai sherif atas semua hal yang telah terjadi ini? Film Rango ini sangatlah menarik. Didalamnya kita diajarkan untuk bisa berjuang dalam kondisi apapun yang sedang kita hadapi. Bukan berarti tidak bisa kemudian menyerah. Namun kita harus berusaha. Kita bisa menjadikan diri ini menjadi (pahlawan) jika kita ”mau” memposisikan diri ini sebagai pahlawan itu. Tak lupa kita juga akan disuguhi beberapa hal jenakan dari ulah Rango dan kawan-kawan barunya. Semoga bermanfaat.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar